Hari ini gue berangkat sekolah walaupun harus menerjang banjir, ombak, badai juga petir.
Cukup dramatis ya?
Hari ini hujannya gak jeda-jeda, sehingga air hujan mampu menggenangi beberapa jalanan di daerah semarang dan sekitarnya.

Mati lampu

**
hujan, banjir, dan badai gue terjang hari ini buat sampai ke sekolah, walaupun sesampainya di sekolah seperti berangkat sekolah di hari minggu, ya bisa dibayangin kalo hari minggu berangkat sekolah itu kayak apa, yang ada kalo hari minggu berangkat sekolah itu hanya suasana pemakaman yang bisa kita temukan di sekolah. Suasana hari minggu inilah yang gue temuin di sekolah tadi, hanya terlihat beberapa peziarah yang sedang membaca yasin di sekolah.

Banyangin tadi di sekolah yang berangkat cuma dua orang di kelas gue yaitu kelas IX-E.
Sekolah gue itu deket sawah, swah deket sekolah biasanya terlihat hijau tapi kali ini yang terlihat cuma sawah yang terlihat seperti tambak.

Setelah beberapa menit kemudian gue dan temen-temen senasib dan sebangsa gue pun memutuskan buat pulang kembali ke tempat peristarahatan masing-masing.

Cuaca kayak gini sinyalnya irit, kikir, medit, pelit.
Postingan ini gue tulis sekitar pukul 8 pagi, tapi, baru bisa ke publish jam segini, ya sudahlah *terdengar lagu reff bondan and fade 2 black – ya sudahlah*

sekian, selamat berbanjir-banjiran dan tetap ingat jemuran..
http://www.twitter.com/imamabil

Iklan