1 Maret – Hari ini hari basah kuyub. Gue terpaksa renang gara-gara emang sekarang jadwal renang dari sekolah, setelah sebelumnya seharusnya jadwal renang hari jum’at diundur hari ini.

Menurut gue,
renang itu menghabiskan uang, waktu, juga nafas. Iya uang gue habis gara-gara hilang waktu renang. Terus waktu gue hilang gara-gara uang gue hilang, menurut pepatah waktu adalah uang dan uang adalah waktu, otomatis kalo uang gue hilang, waktu juga hilang. Nafas gue juga rada-rada hilang, kelelep waktu renang, iyalah gak bisa renang sok’sok’an mau renang.
Intinya gue harus pura-pura ikhlas untuk hal ini. Lho

singkat cerita,
gue berangkat dari rumah jam 13:30 waktu indonesia bagian makan siang. Gue gak sendiri gue ditemenin sama temen sekolah yang namanya *****. Gue dan eeeee jalan kaki dulu sampai jalan raya, terus gue naik angkot,
didalem angkot pertama-tama sih sepi menghanyutkan tapi lama-lama banyak orang dan mengerikan. Karena didalem angkot banyak cewek (baca: ibu-ibu) ruang gerak gue pun sempit dan gue cuma bisa pasang muka homo sok cool. Sepanjang perjalanan gue seperti didalem roller coaster karena jalannya menggunakan prinsip bidang miring untung gak menggunakan prinsip tuas ya! Sesampainya di kolam renang gue masih duduk-duduk gara-gara gue berangkatnya sangatnontelat (baca: kecepeten). Setelah menunggu 25.569.000 detik akhirnya gue beli tiket seharga 17.500 sebelum masuk. Ganti baju lalu kelelep di kolam renang selutut balita kurang lebih seperti itulah dilema di kolam renang.
Setelah berbasah-basahan gue dan temen-temenpun memutuskan buat pulang, sebelum pulang gak lupa gue mandi berjama’ah; gue pulang nebeng mobil guru olahraga sebenernya sama-sama temen-temen sih. Thanks buat tumpangannya.

Gue sampai dirumah pukul 16:25 wib. Membawa kenang-kenang kutang renang. O iya, gue curiga sama temen-temen cowok normal dan cewek lesbi gue, jangan-jangan dia gak mau renang tapi cuma lihat kutang. Sekian.

Iklan