Maret Absurd

Bulan Maret kali ini adalah bulan paling mengerikan. Iya, ini bulan paling menyibukkan bagi kaum kelas 9 yang kayak gue (i think is lazy). Jadwal di bulan maret ini sangat padat dan bisa dibilang padat merayap. Dari mulai Try Out / PUN (Penjajagan Ujian Nasional), Ujian Praktek dan tugas-tugas Seni Rupa yang tidak berperi kemanusian.

Diminggu pertama bulan maret hari senin – selasa itu pelajaran biasa yang ditambah jam pelajaran, dikurang uang jajan dan itu kalau kalian pengen tau pulangnya jam 15:00 wib.
Terus hari rabu – sabtu itu hari pelaksanaan Try Out / PUN / Latihan Ujian Nasional setelah itu ada pelajaran biasa (setiap mata pelajaran menjadi 30 menit) juga ada jam tambahan. Masya Allah .
Sedangkan kelas 7 dan 8 berangkat jam 9 pulang setengah 1. Tidak sesuai dengan sila ke-4 dari pancasila (bukan pancaindera) bukan?

Setelah itu minggu kedua jadwal menunjukkan Ujian Praktek, dilaksanakan selama 8 hari. Oh-oh, cukup membuat firasat tidak tajam lagi. Disela-sela itu ada juga tugas membuat Seni Rupa, yaitu melukis dan membuat patung (kelompok). Tugas patung itu sendiri dikerjakan setelah pulang sekolah ujian praktek di rumah temen gue yang terletak di negri antah belantara, tempat habitat flora dan fauna langka, seperti gajah bercula satu, harimau benggala vegetarian dan lain lain.

Diminggu ketiga masih ada ujian praktek dihari senin dan selasa, di hari itu juga di adakan pameran seni rupa. Ini menurut gue, membuat ujian praktek tidak fokus.

Pokoknya bulan maret kali ini nggak akan pernah terlupakan. Ini adalah bulan maret yang absurd seperti lukisan gue ini. Gambar apaan itu hayo!

Lukisan Absurd

lukisan ini terinspirasi setelah gue ngaca. Lho!

***
Gue juga mau ngucapin turut berduka cita atas hilangnya Malaysia Airlines MH370. Nggak lupa juga turut berduka cita atas hilangnya Riau karena kabut asap yang ditimbulkan oleh ketamakan manusia.
Mungkin dari musibah-musibah yang terjadi kita harus lebih berhati-hati, tidak sombong, tidak serakah dan ingat tetap rajin menabung. Setiap musibah pasti ada hikmah tersendiri yang dapat kita ambil. Semoga korban kabut asap Riau dan keluarga korban penumpang MH730 diberi ketabahan. Dan semoga yang mendo’akan lewat blog diberi uang (ngarep).

***
O, iya thanks buat yang udah ngunjungi blog gue ini. Ini merupakan sebuah apresiasi besar buat gue. Gue mau ngucapin terima kasih banyak buat yang udah komentar di blog gue. Ini merupakan bulan ketiga gue ngeblog. Dan udah lumayan banyak komentar yang masuk ada yang ngehina, ngehujat, kasihan dan ada juga yang nyuruh kunjungan balik (kunbal bukan kanibal). Menurut gue sih nggak usah komen-komen kunbal karena semua yang komen di blog gue pasti gue kunbal dan kalau sempet gue komen balik (kombal bukan gombal).

***
Hari ini adalah hari terakhir ujian praktek yaitu olahraga. Ujian praktek olahraga berjalan tidak lancar karena olahraganya rata-rata lari nggak berjalan (yaiyalah) *senam yaiyalah*. Olahraga diakhiri dengan senam kelompok dan kelompok gue memilih senam dengan musik Oplosan (joged caisar). Siapa sih yang nggak tau joged oplosan? Cuma gue. Gue sebenernya tau tapi cuma nggak hapal gerakannya aja. Dan sepanjang senam cuma gerak malu-malu kucing.

Hari juga hari terakhir pameran seni rupa yang sunyi, sepi dan sapi. Gue juga kasihan sama anak kelas 7 dan 8 yang tetep pelajaran. Hahaha terimalah itu nak. Pameran kali ini menurut gue lebih sepi daripada kuburan belanda. *bau menyan*

dan keesokan harinya adalah pelajaran biasa.

Iklan