(source: blogdetik.com & wwfindonesia.blogdetik.com)

Di era yang apa-apa serba macet ini. Mungkin sudah saatnya kita semua beralih ke gaya hidup yang lebih hemat dan sehat. Hemat bukan berarti pelit, tapi hemat demi anak cucu kita kelak. Misalnya kita hemat dalam penggunaan listrik dan itu sangat berguna untuk anak cucu kelak. Apa kalian mau anak cucu kita kelak tidak dapat menikmati listrik? Standing Uplos (Prok Prok Prok) buat yang nggak mau. Dan tidak berperi kemanusian yang mau anak cucu kita tidak dapat menikmati listrik.
Sehat maksudnya mari kita beralih ke gaya hidup yang lebih sehat, misalnya menanam pohon untuk kesehatan lingkungan dan kita juga (kesehatan pernafasan).

Beruntung keluarga sudah mendidik gue dari kecil untuk berhemat dan hidup sehat demi lingkungan. Dan itu sangat bermanfaat bagi gue dan juga lingkungan.

Hemat listrik

(source: locket24.com)

Dalam keluarga gue membiasakan diri setiap hari senin – kamis tidak menggunakan listrik di jam – jam malam seperti 22:00 – 04:30, kecuali ada kebutuhan yang penting. Alasannya karena jam itu merupakan jam istirahat untuk semua orang, kecuali hansip dan maling ya!

Kemarin sabtu dalam rangka memperingati Earth Hour kami (keluarga) juga ikut serta dengan cara mematikan listrik pukul 21:00 – 22:00 WIB. Kebiasaan seperti ini sangat bermanfaat menurut gue. Karena jam malam seharusnya memang digunakan untuk istirahat. Dengan terbebas listrik di jam malam juga bisa membuat kualitas tidur menjadi baik. Dengan tidak menggunakan listrik satu jam, dua jam itu sangat berguna untuk berhemat penggunaan listrik yang tahun demi tahun selalu melonjak naik. Bahkan tahun kemarin penggunaan listrik melonjak sekitar 15 %. Jadi, sekarang nggak perlu nunggu pemadaman bergilir dari PLN untuk berhemat listrik. Kebiasan kecil juga bisa kita lakukan dengan cara mematikan lampu yang sudah tidak digunakan.

Hemat listrik

(source: wikimedia.com )

Setiap hari jum’at dan sabtu gue dan keluarga juga membiasakan naik transportasi umum untuk beraktivitas diluar rumah. Sebenarnya naik transportasi umum itu lebih hemat waktu, biaya, juga bahan bakar. Naik transportasi umum selain bisa mengurangi kemacetan juga bisa membuat kita melakukan hal kecil yang bermanfaat bagi lingkungan.
Mungkin bisa dimulai dari kita untuk membangun kesadaran diri untuk lebih sering menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Sudah saatnya kita untuk mengurai kemacetan dan mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin membuat kita semua menghela nafas, bukan karena asma tapi karena setiap hari semakin bertambah banyak saja.

Setiap sebulan sekali keluarga selalu menyempatkan menanam satu pohon di pekarangan rumah. Ini sudah kami lakukan 6 bulan belakangan. Pohon sangat berguna bagi lingkungan. Selain sebagai tempat berteduh abang yang jualan, pohon juga bisa mengurangi efek rumah kaca. Jadi, tunggu apalagi? Ayo sama – sama kita menanam pohon untuk lingkungan juga kita semua.

Ayo kita semua sama-sama menjaga lingkungan. Menjaga lingkungan bisa dilakukan mulai dari hal kecil kok. Mulai dari mengurangi penggunan barang berbahan plastik, hemat air, naik transportasi umum, menanam pohon dan masih banyak lagi hal kecil yang bisa menjaga lingkungan kita agar tetap in de hoy.

Menjelang pemilu gue juga berharap pemimpin yang terpilih nanti adalah pemimpin yang ‘sangat’ peduli lingkungan, bukan pemimpin yang cuma peduli sama uang rakyat. Pemilu kali ini semoga juga melahirkan pemimpin yang peduli dengan transportasi umum, semoga pemimpin yang terlahir kali ini mau memperbaiki segala masalah di transportasi.

Opini gue : Daripada pemerintah buat progam mobil murah mendingan buat progam tarif transportasi murah. Kalau ada mobil murah pasti banyak yang beli dan itu cuma nambah macet saja.
Katanya mobil murah buat orang miskin ya? Menurut gue percuma karena sebenarnya orang miskin itu butuh kenyamanan dan kelancaran (re: tidak macet) dalam bertansportasi, bukan mobil murah yang sebenarnya cuma nambah macet.

Bukan maksud untuk menggurui melalui postingan blog gue kali ini, tapi meningatkan agar menjaga lingkungan tetap tersenyum dan in de hoy. #IngatLingkungan

thanks to : wwf

Iklan