Datang tak diundang, pulang tak diantar.. Contekan oh contekan..

Musim rambutan dan ujian seperti ini adalah ladang rejeki bagi orang bego dan tolol kayak gue ini (audibillahiminzalik). Ladang rejeki itu pekerjaan yang menghasilkan uang. Nah, ini gue enggak menghasilkan uang. Malah menghasilkan amilum, itu pekerjaan apa fotosintesis? Absurd.

Pekerjaan ini adalah kurir contekan. Pekerjaan ini sangat rahasia dan berbahaya. Untuk bekerja sebagai kurir contekan dibutuhkan jam terbang ujian minimal 100 jam dengan guru pengawas mantan debt collector. Mempunyai mata yang mengandung vitamin A. Suara yang lembut. Dan perasaan yang peka. Itu kurir contekan apa wanita.

Pekerjaan ini sangat terpaksa gue jalanin. Karena mungkin tempat duduk ujian gue adalah jalur perdagangan contekan yang strategis karena merupakan tempat duduk bebas pandangan guru pengawas (tak kasat mata). Jadilah gue ambil pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa dan jantung ini.

Cara kerja kurir contekan ini sederhana. Pertama-tama pemakai jasa gue bikin tulisan di sesobek kertas yang intinya nanyain jawaban atau ada juga yang nanyain cara jadian sama gebetan. Terus pemakai jasa gue itu manggil gue dengan lemah lembut, selembut hati wanita yang baru jadian. Manggilnya kayak gini, ‘sssttt’ terus indra pendengaran gue pun menangkap radar orang yang lagi pesakitan minta pertolongan ini. Lalu gue noleh sedikit sambil menjulurkan tangan kanan dibawah meja. Terus dia ngomong ‘tolong kasih nih kertas ke meja depan’. Selanjutnya gue ngangguk terpaksa sambil bilang Iya. Dan disinilah pekerjaan gue dimulai. Yaitu memberikan kertas titipan tadi ke teman meja depan. Untuk memberikan kertas itu ke meja depan, gue harus pakai insting. Dengan memastikan tidak ada kamera ‘gak nyangka’ yang memantau. Lalu gue menelan ludah, lubang hidung kembang kempis dan bulu mata berkedip-kedip gue memanggil secara pelan-pelan temen yang ada di meja depan. Dan itu sangat memacu adrenaline bagi gue. Setelah klien noleh gue langsung ngasih kertas titipan rekan kerja tadi.

Setelah beberapa menit..
Teman di depan meja gue noleh dan memberi kertas tadi. Tanpa berpikir panjang gue langsung ngasih kertas tadi ke tuan asal. Dan berhasil, berhasil, hore… (Dora & the explorer bukan Doraemon)

Tapi, ada lagi cara yang berbeda.
Yaitu orang pemakai jasa gue manggil, terus nyuruh nanyain jawaban ke meja depan, dan langsung gue tolak.
Ini sama saja kayak lo jualan tahu terus ada orang nyuruh lo beli ke tahu di warung sebelah, terus lo pasti bilang kenapa nggak beli punya gue?

Intinya seperti itu. Jangan coba-coba di sekolah deh, karena ini sangat berbahaya kalo misalnya lo ketahuan guru pengawas bisa habis nyawa lo, kecuali guru pengawasnya sizhuka itu sih terserah lo.

Iklan