Sehari tanpa internet, bagai taman tak berbunga, oh begitu-lah kata para pujangga..

(Sumber foto: whisper.web.id)

Internet merupakan kebutuhan manusia modern masa kini. Tak terkecuali gue, walaupun muka masih tradisional tapi kehidupan sehari-hari sebagai pelajar absurd tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan internet. Dari mulai pagi update status di facebook, siang ngetwit di twitter, sore selfie di instagram, sampai malam curhat di path. Lalu apa jadinya sehari tanpa internet?

(Sumber foto: creativauz.net)
Pengalaman sehari tanpa internet terjadi ketika kuota internet habis. Masa-masa itu bisa disebut fakir kuota. Fakir kuota adalah adik kandung beda ibu dari fakir asmara. Menjadi fakir kuota seharusnya dipelihara oleh negara akan tetapi belum jelas negara mana yang akan memelihara. Lagi pula memelihara fakir kuota itu ribet. Setiap hari makan 4 kali, mandi harus dimandiin, sholat harus disholatin, lho?

Fakir kuota biasa terjadi di tanggal-tanggal akhir seperti 29, 30, 31 dan 32 (nggak ada). Karena biasanya paket internet bulanan berakhir pada tanggal akhir.
Kebetulan paket kuota internet gue habis di hari minggu. Dan seolah-olah hari minggu itu berubah menjadi hari minggu di zaman purbakala yang pastinya tanpa internet.

Pukul 05.00 Bangun tidur ada sms masuk dari operator yang intinya pemberitahuan kalau kuota internet sudah habis. Setelah itu, semuanya seperti berubah, tetangga menjadi aneh dengan rambut panjang jarang shampoan, gigi kuning, mata merah, tangan berbintik-bintik. Pokoknya serem. Rumah-rumah juga berubah jadi gubuk. Ayam jadi dinosaurus. Tanpa internet semua seperti kembali ke masa lalu. Dan disitulah awal pengalaman tanpa internet di minggu pagi dimulai. Mungkin kalau kuota internet masih ada gue pasti langsung update status di facebook. Terus selfie sama sama dinosaurus. Karena kuota udah habis gue memutuskan buat lari pagi biar nggak bosen di rumah.

Pukul 09.00 Biasanya jam segini gue browsing nanya ini-itu sama google. Tapi, berhubung kuota internet tidak mendukung jadi gue putusin buat nanya ini-itu-nya sama orang yang ada aja. Gue nanya cara benerin motor yang mogok sama bokap, ternyata jago juga. Nanya ke nyokap cara masak air biar nggak gosong, dengan senang hati pertanyaan dijawab. Terus, nanya sejarah twitter sama kakak, dari mulai awal didirikan hingga sekarang dijelasin, ternyata gaul juga.

Pukul 12.00 Perasaan mulai tidak menentu. Hari terasa gersang dan panjang tanpa internet. Gue mulai garuk-garuk kebosenan. Ibu jari mulai tidak tahan buat mention raditya dika. Satu hari tanpa ngetwit seperti lima ratus tahun tanpa ngetwit. Menderita. Mungkin karena udah kebiasaan apa-apa ngetwit ya?

Pukul 15.00 Jam segini biasanya selfie terus di update ke instagram. Gara-gara kuota habis buat ngelampiasin hobi jeprat-jepret gue mutusin buat jadi tukang foto tujuh keliling. Foto tujuh keliling ini berefek samping kepada orang yang di foto jadi pusing tujuh keliling. Lumayanlah dapat penghasilan dari hobi.

Pukul 18.00 Hari mulai gelap, matahari mulai tenggelam, hati juga mulai gelap dan tenggelam. Mata mulai keliyepan. Nggak terasa seharian penuh tanpa internet udah gue alamin. Walaupun hari ini terasa menderita dan menyiksa tapi kayaknya banyak pelajaran buat gue gitu.

Pukul 21.00 Yang biasanya curhat di path setiap malam kali ini berganti dengan curhat bersama tukang mie ayam depan rumah. Tukang mie ayam itu dibalik penampilannya yang terlihat sering kehujanan malam-malam terus tidur diluar rumah, ternyata memiliki hati yang peka bagaikan wanita. Oh, so sweet. Hati peramu mie, ayam, air dan bumbu-bumbunya itu ternyata pendengar curhat yang baik.

Dia tau! Nggak kayak kamu! Tapi sayangnya dia nggak tau uang di kantongku..

Setelah bercurhat-curhat ria guepun memutuskan buat tidur, mungkin gara-gara kecapekan seharian ketemu sama orang aneh , nanya ini-itu sama keluarga, jadi tukang foto tujuh keliling terus malamnya nyuci mangkok mie ayam gara-gara nggak bisa bayar waktu beli mie ayam. 5 menit kemudian “zzzzzzz”

***

Dan itulah pengalaman sehari tanpa internet ala gue.

(sumber foto: majalahict.com)
Tidak bisa dipungkiri internet yang sekarang sudah digenggaman sulit lepas dari kehidupan. Apalagi kalau internetnya pakai telkomsel yang kencengnya udah kayak rossi. Sebarkan kebaikan, sebarkan kebahagian..

Iklan