Dreams are my plans. Behind shadow me, supported me and always wanted to make my life become more better.

Mimpi merupakan sebuah tujuan untuk hidup. Tujuan untuk selalu hidup menjadi lebih baik dan lebih baik. Dari kecil gue sudah punya banyak mimpi, dari mulai mimpi pengen jadi Spider-Man, mimpi pengen jadi Power Ranger, sampai mimpi yang paling absurd yaitu pengen jadi Jun yang punya temen Jin.

Hingga akhirnya gue menginjak remaja. Gue pengen jadi pemain sepak bola. Tapi, gue sadar, gue lebih jago lari dari kenyataan daripada lari ngejar bola. Gue lebih jago nendang temen yang lagi duduk di jamban daripada nendang bola. Gue lebih jago goyang sundul gan daripada nyundul bola. Gue sadar akan hal itu, lebih tepatnya teman-teman yang menyadarkan itu. Gue putus asa untuk memwujudkan mimpi itu. Gue mencoba bangun dari mimpi itu dan mencari mimpi lainnya.

Akhirnya gue Move On dari mimpi mustahil itu. Gue coba beralih ke mimpi yang lainnya. Mencoba mewujudkan mimpi-mimpi lainnya. Gue beralih pengen jadi musisi. Mungkin muka gue lebih pantes jadi korban pelanggaran hak asasi dibandingkan jadi musisi. Tapi, gue inget muka Kangen Band. Gue jadi sadar tipe muka apapun bisa jadi musisi, asal siap di caci maki. Muka kayak gini nggak mungkin digandrungi waktu nyanyi, yang ada malah dikira orang gila yang lagi nyari orientasi. Dan ketika gue mulai putus asa, gue selalu inget The Temper Trap, Green Day, Muse, Pee Wee Gaskins, Dewa 19, dan Rhoma Irama, gue jadi semangat untuk bisa jadi keren kayak mereka.

Untuk mewujudkan mimpi menjadi musisi, paling tidak gue harus bisa menyanyi atau paling nggak hafal not doremi. Untuk bernyanyi mungkin suara gue masih dibawah SSI. SSI bukan Standar Sapi Indonesia, tapi, SSI adalah Standar Suara Indonesia. Setiap hari minimal satu lagu gue nyanyiin, hal ini gue lakukan untuk melatih pita suara agar tidak kaku, dan lagu yang biasa gue nyanyiin adalah Nina Bobo’. Bukan Munajat Cinta-nya TRIAD, iya gue nggak seperti itu, setiap malem nyanyi sambil minta kekasih yang baik hati, gue nggak begitu walaupun gue jomblo. Paling tidak untuk meminta kekasih yang baik hati gue nggak nyanyi Munajat Cinta, tapi, sholat tahajud.

Alasan gue ingin menjadi musisi adalah karena gue cinta seni, estetika ataupun keindahan. Dan dari kecil gue sudah hidup dengan alunan melodi yang membuat tenang hati. Kenapa harus musisi? Karena musik bisa menghibur manusia dibelantika dunia, terutama dibelantika kaum jomblo. Dan apabila gue tidak berhasil mewujudkan mimpi ini, gue tidak akan putus asa, gue akan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi lainnya.

Mimpi selalu membayangi hidup gue. Memberi semangat tentang tujuan untuk hidup. 2017, usia gue akan menginjak 18 tahun dan gue ingin mengawali mimpi menjadi musisi. Dengan bernyanyi sana-sini bersama band indie satu panggung ke panggung lainnya. Gue ingin mengawali mimpi ini dengan sebuah grup band indie yang nyari sana-sini pentas seni. Gue tau, untuk memwujudkan sebuah mimpi gue harus mengalami proses panjang yang diawali dengan derita.

Mimpi lainnya adalah menjadi Komika. Di tahun 2016, ketika umur gue 17 tahun, gue ingin ikut SUCI 6 atau 7. Menjadi komika juga merupakan sebuah mimpi kecil gue. Setelah menjadi komika, gue ingin menerbitkan sebuah buku yang secara garis besarnya tentang kehidupan gue dengan kegelisahan-kegelesihannya.

Menjadikan buku bestseller lalu dijadikan film setelah itu membuat grup band indie yang bisa tampil di MTV. Itulah mimpi-mimpi kecil di hidup gue, yang berterbangan bagaikan kupu-kupu yang sedang mencari dahan untuk dihinggapi.

Gue yakin hidup akan menjadi hampir sempurna apabila mimpi itu bisa terwujud menemani sepanjang hidup, memberi energi hingga ajal datang nanti. Tetap berusaha dan jangan hiraukan orang yang meragukan kita.

“I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS”
Iklan