Ina dan Ini
Kemarin gue baru saja pulang bareng sama temen. Dia cerita banyak, dari mulai cerita kalau mantannya (majikan) banyak, sampai cerita kalau temennya yang juga temen gue baru saja kena apes.

Temen yang baru saja kena apes itu adalah INA (Ini Nama Samaran). Jadi, ceritanya INA ini adalah seorang cowok pemakan serangga, bertubuh kecil, berkulit hitam, dan jarang ada yang naksir sama dia. Ina pengen banget punya pacar yang cantik, tinggi, pinter, kaya, dan juga harus lahir di hari selasa dan berzodiak aquarius. Untuk mendapatkan pacar, INA sudah melakukan banyak hal. Dari mulai kenalan sama cewek langsung, minta dikenalin sama temen, sampai nyari-nyari di media sosial. Akhirnya INA ini punya gebetan yang dia dapet dari media sosial. Namanya INI, satu sekolah dengan INA. INI ini dari foto profilnya cantik, makannya INA naksir berat. Karena INA ingin menjalin hubungan lebih lanjut dengan INI di dunia sesungguhnya, maka INA ngajak INI buat ketemuan di sebuah kelas di sekolah mereka. Untuk ketemuan ini, INA ngajak temen-temennya biar seru katanya (Gue bingung sama INA, dia mau ketemuan apa tawuran, kok rame-rame?). Tepat ketika bel bunyi tanda jam istirahat dimulai, INA bersama teman-temannya sudah berdiri di depan sebuah kelas yang sudah dijanjikan INA dan INI sebagai tempat mereka ketemuan. INI sudah berjanji akan membawa buku berwarna merah, sepatu berwarna merah, dan bibir berwarna merah. 5 menit kemudian setelah INA menunggu, INI pun datang. INI datang tidak menggunakan kereta kencana, karena INI bukan cinderella, walaupun INI dulu sebelum pengen jadi vampir, pengen jadi cinderella. Ketika INA dan teman-temannya melihat INI dengan ciri-ciri yang sudah dijanjikan, INA dan teman-temannya langsung lari. Ina dan teman-temannya memang sudah berjanji kalau INI ternyata “zonk” maka mereka akan berlari. INA merasa terlalu sempurna untuk INI. INI pun hanya bisa kembali ke kelas dengan muka merah dan membawa selembar kekecawaan yang tidak pernah INI harapkan.

Dari kisah yang dibawa oleh temen gue itu, gue sempat terniang-niang panjang sepanjang perjalanan pulang. Gue nggak habis pikir, kenapa banyak tipe orang seperti INA di muka bumi ini. INA menurut gue adalah tipe orang yang ingin “membeli tapi uangnya jauh dari cukup”. INA dan orang-orang setipenya ingin punya pacar sempurna tapi INA dan orang-orang setipenya sendiri jauh dari sempurna. Pesen buat orang yang kayak INA: kalian pengen punya pacar yang sempurna, masalahnya pacar sempurna yang kalian pengen, pengen nggak sama kalian yang nggak sempurna?

Manusia memang harus berusaha dan berdo’a untuk mencari yang terbaik. Tapi, untuk mencari pacar dengan muka terbaik, kalian juga harus intropeksi diri, dan sering-seringlah ngaca.

Iklan