mj
Gue percaya pasti ada akibat untuk sebuah sebab, ada karena untuk sebuah mengapa, ada patah hati untuk sebuah jatuh cinta, ada jomblo untuk sebuah malam minggu, dan ada resiko untuk sebuah apapun itu.

Termasuk musim hujan yang sedang terjadi sekarang ini, pasti ada resikonya. Sebelum membahas apa saja itu resiko musim hujan, ada baiknya gue akan membahas dulu apa itu musim hujan.

Musim hujan adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Secara teknis meteorologi, musim hujan dianggap mulai terjadi apabila curah hujan dalam tiga dasarian berturut-turut telah melebihi 100 mm per meter persegi per dasarian dan berlanjut terus. Apabila hal ini belum terpenuhi namun curah hujan telah tinggi kondisinya dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba).

Di daerah tropis musim hujan bergantian dengan musim kemarau (musim kering) dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan semu Matahari tahunan. Pergerakan Matahari mengubah peta suhu udara dan permukaan tanah dan samudera. Pada gilirannya perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara. Biasanya musim hujan terjadi pada bagian bumi yang tengah mengalami posisi zenith peredaran semu Matahari.

Musim hujan atau dalam bahasa abg gaul media sosial disebut dengan “Musim galau” ini di Indonesia biasa terjadi antara bulan Oktober sampai bulan Maret.

Lalu, apa saja resiko musim hujan itu? Berikut ini pembahasannya:

1. Kehujanan
Kehujanan sama hujan-hujanan beda, lho. Kalo kehujanan itu basah kuyub karena hujan yang; tidak disengaja. Sedangkan hujan-hujanan itu basah kuyub karena hujan yang; disengaja, biasanya jomblo yang melakukan hal ini. Kehujanan biasa terjadi karena orang tersebut tidak percaya dengan pepatah, “Sedia payung, sebelum hujan”. Karena hujan di musim hujan bisa terjadi kapan dan dimana saja, maka akan banyak orang yang tidak percaya pepatah tersebut kehujanan.

2. Mendadak Flu atau Pilek
Flu sama Pilek juga beda, lho. Kalo Flu itu disebabkan oleh virus influenza. Sedangkan Pilek itu disebabkan oleh ribuan virus dan bakteri. Flu dan Pilek ini selain disebabkan oleh virus, bakteri, dan penularan, juga disebabkan oleh musim dingin atau hujan seperti sekarang ini. Jadi, jangan heran kalo orang-orang disekitar kamu banyak yang Flu atau Pilek. Untuk pencegahannya sendiri mudah, kok. Kamu tinggal rajin-rajin cuci tangan, dan juga banyak-banyak minum air putih.

3. Jemuran Basah
Bagi yang malas pakai mesin cuci atau malas pergi ke laundry, saat musim hujan seperti saat ini pasti akan mengalami; jemuran tidak kering-kering. Ini biasa terjadi karena hujannya turun dari pagi, siang, sore, sampai pagi lagi. Jadi, seharian hujan terus, dan tidak ada waktu deh buat jemur jemuran. Biasanya resiko musism hujan yang satu ini banyak membuat ibu-ibu dan anak kost menjadi frustasi.

4. Jalanan Penuh Kubangan Air
Ini seharusnya diantisipasi oleh pemerintah jauh-jauh hari sebelum musim hujan datang. Soalnya di musim hujan jalan yang berlubang pasti akan digenangi oleh air. Ini bisa bahaya banget buat para pengguna jalan. Jadi, hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut, pelan-pelan saja kayak lagunya Kotak asal selamat.

5. Banjir
Malam minggu identik dengan jomblo, sedangkan Musim hujan identik dengan banjir. Sebenarnya kita bisa mencegah banjir kok, caranya buang sampah pada tempatnya (jangan di kali atau sungai), jangan nebang pohon sembarangan, dan masih banyak lagi hal kecil yang bisa mencegah banjir. Hati-hati ya banjir bisa datang kapan saja, kecuali kamu yang rumahnya di kahyangan, ya santai saja.

6. Mendadak Galau
Entah, apa hubungannya hujan sama galau. Mungkin hubungannya begini; hujan->natap jendela->inget mantan->galau. Mungkin mantan pacarnya dulu tukang ojeg payung, jadi kalau hujan inget mantan, mungkin. Biasanya di musim hujan banyak tweet dan status galau, mungkin ini hubungannya, mungkin.

Dan masih banyak lagi resiko-resiko lainnya. Yaudah, gue mau hujan-hujanan dulu, ya! Bye.

Iklan