Di sebuah gerimis sore itu, kau mengatakan kepadaku, “Aku akan mengabarimu.”
“Aku pergi dulu.”
“Akan kutitipkan kabar itu dirintik hujan.”
“Kamu semoga baik-baik saja.”

Aku percaya sekali dengan kata-katamu. Kata-kata yang kau sampaikan dengan mata meyakinkan. Seolah-olah itu benar. Kau akan datang. Menepati janjimu itu.

Katamu kau menitipkan kabar-kabar itu ke rintikan hujan. Aku percaya itu. Dan aku terus menunggu. Walaupun aku tahu ini kemarau panjang.

Iklan