image

Hidup di zaman dimana segala sesuatu selalu dihubung-hubungkan dengan perasaan, membuat saya mau tidak mau mempunyai banyak teman yang rata-rata rentan galau. Sebenarnya tidak masalah bagi saya jika rata-rata teman saya rentan galau, yang menjadi masalah adalah jika salah satu dari teman saya mendadak galau. Ketika salah satu teman saya mendadak galau, biasanya dia akan berubah tiga ratus enam puluh derajat dari semula. Dari yang semula banyak omong tiba-tiba jadi banyak diam, yang semula banyak diam tiba-tiba jadi lebih banyak diam lagi. Namanya juga hidup, tiba-tiba saja bisa berubah. Mungkin bukan tiba-tiba berubah, lebih tepatnya lagi mungkin kita yang terlambat menyadarinya saja.

Hidup di zaman sekarang itu seru. Zaman dimana segala sesuatu selalu dihubung-hubungkan dengan perasaan. Banyak teman yang tiba-tiba galau. Sebagian dari mereka yang tiba-tiba galau itu, ada yang lebih memilih untuk diam, ada juga yang lebih memilih untuk mengutarakan perasaannya dengan bercerita kepada saya. Bisa dibilang sudah sangat sering saya menjadi telinga mereka untuk bercerita. Tidak jarang juga saya menjadi mulut mereka untuk menenangkan hatinya.

Sangat tidak masalah sebenarnya bagi saya jika ada teman yang tiba-tiba galau lalu bercerita kepada saya. Tidak apa-apa jikalau mereka percaya kepada saya dengan bercerita semuanya tentang kegalauannya. Saya tidak pernah mau mempermasalahkan semua itu, saya hanya ingin sedikit bertanya, jika saya yang berada diposisi tiba-tiba galau itu, lalu saya ingin bercerita, sudikah kalian meminjamkan sejenak telinga untuk mendengarkan, dan sebentar mulut untuk menenangkan?

Itu saja, terima kasih banyak.

Iklan