untuk t

Jika hidup melahirkanku sebagai setangkai bunga, maka aku ingin menjadi setangkai bunga mawar yang merah.

Berdaun majemuk, berduri, dan tumbuh di atas tanah bumi yang sejuk.

Karena alasan sebagai keperluan untuk kepentingan memenuhi kebutuhan, kemudian bersama tangkai-tangkai yang lain, aku dipetik lalu diperdagangkan di sepanjang jalan.

Menunggu ada yang datang, diam terpaku terkena debu.

Hingga ada yang datang, seorang manusia yang laki-laki, menebusku dengan selembar uang.

Setelah itu dibawalah aku, tepat di depan pintu yang terketuk tiga kali dan terbuka.

Seorang perempuan sekarang, memasang muka masam, tapi semua kita tahu, sebenarnya perempuan itu senang bukan kepalang.

Lalu disodorkannya aku bersama maaf yang berkali-kali.

Tak lama setelah itu ada anggukan sekali, dan senyuman yang pelukan, pelukan yang menghangatkan, menghangatkan yang menyenyumkan.

Begitulah inginku, jika aku menjadi setangkai bunga.

Setangkai bunga mawar yang merah.

Setangkai bunga mawar yang dipersembahkan kepada perempuan yang marah.

Iklan