Bagaikan laju motor tukang ojeg yang bermimpi balapan di motogp, tahun berlalu cepat sekali. Seperti ketika datang terlambat di ruang ujian dan waktu kurang 5 menit sebelum pengawas mengumumkan untuk berhenti mengerjakan soal, saya belum sempat melakukan apa-apa.

Malam tahun baru kali ini, hampir sama seperti malam-malam tahun baru yang lalu, saya cuma di rumah, memilih untuk tidak pergi mendengar terompet berbunyi atau melihat kembang api. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, malam ini hujan turun lumayan lebat sekali. Di rumah kebetulan lagi diperbaiki, genting bocor sana-sini dan banjir versi mini tidak bisa dihindari.

Saya jadi berpikiran seperti ini, kasihan yang rencana senang-senang di luar, pasti lagi kerepotan cari tempat neduh sana-sini. Tapi namanya juga hidup, sebab dan akibat itu pasti. Saya jadi bersyukur, walaupun cuma di rumah ngelap air sana-sini, tapi setidaknya saya tidak perlu cari tempat neduh dari hujan.

Ibarat pasangan yang baru diresmikan di pelaminan, tahun baru juga perlu diberi ucapan selamat, mungkin supaya menjalani kedepannya lebih semangat. Selamat tahun baru, semoga kita bisa mengikhlaskan yang sudah lalu. Mari kita sambut yang baru!

Iklan