Saya percaya hal besar dimulai dari hal kecil. Hal besar tidak akan menjadi besar jika tidak dimulai dari hal kecil. Untuk benar-benar menjadi hal besar, hal kecil saja belum cukup, harus ada cinta yang besar agar hal kecil mampu menjadi hal besar. Atau dalam kalimat lain, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Dahulu saya pernah berpikiran bahwa orang-orang yang mengucapkan, “Jangan lupa makan!” itu kurang kerjaan. Buang-buang waktu saja. Memangnya tanpa diingatkan, ada yang sampai lupa makan? Menurut saya, makan adalah sebuah kebutuhan pokok manusia, sama seperti bernafas. Makan dan bernafas tidak mungkin manusia (sengaja atau tidak) lupa, karena kebutuhan.

Sekarang saya harus membuang jauh-jauh pikiran itu dari kepala. Ternyata makan yang menurut saya kebutuhan dan tidak mungkin terlupa, bisa juga lupa. Makan sama seperti belajar, olahraga ataupun menggosok gigi, sama-sama bisa terlupa.
Saya mengalami gejala “lupa makan” baru-baru ini. Saya benar-benar lupa dan anehnya saya tidak merasa lapar. Mungkin ini terjadi karena aktivitas yang menumpuk menyebabkan saya terlalu asyik melakukannya dan efeknya saya lupa dengan yang lain, termasuk makan.

“Jangan lupa makan!” Ternyata penting. Walaupun sepele tapi efeknya sangat besar, terutama untuk orang yang aktivitasnya banyak dan rentan terkena gejala “lupa makan”. Kesimpulannya, ucapan kecil seperti, “Jangan lupa makan!” sama sekali bukan hal yang kurang kerjaan dan buang-buang waktu. Bahkan sangat membantu, terutama bagi yang pelupa atau yang super banyak aktivitasnya.

Sekali lagi, “Jangan lupa makan!” bukan kurang kerjaan, tetapi perhatian. Memang kurang kerjaan dan perhatian adalah dua hal yang sulit dibedakan. Saya semakin percaya, memang benar hal besar dimulai dari hal kecil dengan cinta yang besar. Jangan lupa mengucapkan, “Jangan lupa makan!” untuk orang-orang disekitarmu.

Jadi, kamu sudah makan?

Iklan