Buku adalah jendela dunia. Lewat buku, kita tidak perlu ke mana-mana untuk tahu apa-apa. Cukup duduk, fokus, dan baca, dunia ada di depan mata. Buku memang benda ajaib, sama seperti teman. Jika buku ajaib bisa memasukkan dunia ke dalamnya, teman ajaib bisa memasukkan buku saya/kamu yang dipinjam ke dalam daftar benda-benda yang harus direlakan.

Banyak yang bilang apabila benda dipinjam teman: udah ikhlasin aja. Tidak bisa dipungkiri teman adalah saudara terdekat kita selain saudara yang memang ada hubungan darah dengan kita. Mungkin karena itu, teman menganggap kita sudah dekat banget sampai-sampai “punyamu, punyaku juga.” Jadi, mengembalikan benda milik teman itu sunah, mau dikembalikan dapat pahala, mau tidak dikembalikan tidak apa-apa.

“Pinjemin bukumu dong,” tiga kata sederhana yang bisa membuat siapa saja menjadi dilema. Mau dipinjamkan takut tidak kembali, mau tidak dipinjamkan takut dibilang pelit. Harusnya bagaimana dong? Supaya hidupmu tidak menjadi dilema hanya karena tiga kata sederhana begitu saja, sudah pinjamkan saja bukumu dan lakukan tiga hal sederhana berikut ini:

1. Sebelum benar-benar dipinjamkan dan entah kapan akan dikembalikan, bilang kalau buku itu buku kesayanganmu, saking sayangnya kamu tidak betah lama-lama berjauhan dengan buku itu, rawan kangen. Dengan begitu kamu tidak perlu gengsi buat bilang, “jangan lama-lama ngembaliinnya, ya.”

2. Bilang kalau buku itu bukan bukumu, bilang saja itu buku yang kamu pinjam dari yang lain. Bohong memang, tetapi terkadang kejahatan memang harus dilawan dengan kejahatan. Buku yang rawan tidak dikembalikan harus dilawan dengan sedikit kebohongan. Kalaupun memang teman tetap memaksa untuk meminjam, semoga saja dia ingat yang dipinjam bukan punya temannya sendiri dan itu artinya “punyamu, punyaku juga” tidak berlaku.

3. Selipkan buku kecil “siksa neraka” di buku yang akan dipinjam teman, kalau nanti dia tanya buat apa buku kecil ini diselipkan, bilang saja supaya dia tetap ingat kalau siksa neraka itu ada dan tidak mengembalikan buku teman adalah perbuatan yang kurang menyenangkan dan suruh saja baca sendiri buku itu.

Kalau temanmu bilang, “sama temen aja kok perhitungan sih, cuman buku aja mau dipinjem sampai kayak gitu,” bilang saja, “kamu sama temen juga tega banget sih, pinjem nggak pernah ngembaliin.”

Jangan lupa membaca buku, selamat menikmati dunia di depan matamu.

Iklan