qarin and doppleganger

imam abil fida

Tips Menyelamatkan Nasib Buku yang Dipinjam Teman — Juli 11, 2017

Tips Menyelamatkan Nasib Buku yang Dipinjam Teman

Buku adalah jendela dunia. Lewat buku, kita tidak perlu ke mana-mana untuk tahu apa-apa. Cukup duduk, fokus, dan baca, dunia ada di depan mata. Buku memang benda ajaib, sama seperti teman. Jika buku ajaib bisa memasukkan dunia ke dalamnya, teman ajaib bisa memasukkan buku saya/kamu yang dipinjam ke dalam daftar benda-benda yang harus direlakan.
Baca lebih lanjut

Iklan
Sudah Makan? — Juli 7, 2017

Sudah Makan?

Saya percaya hal besar dimulai dari hal kecil. Hal besar tidak akan menjadi besar jika tidak dimulai dari hal kecil. Untuk benar-benar menjadi hal besar, hal kecil saja belum cukup, harus ada cinta yang besar agar hal kecil mampu menjadi hal besar. Atau dalam kalimat lain, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Dahulu saya pernah berpikiran bahwa orang-orang yang mengucapkan, “Jangan lupa makan!” itu kurang kerjaan. Buang-buang waktu saja. Memangnya tanpa diingatkan, ada yang sampai lupa makan? Menurut saya, makan adalah sebuah kebutuhan pokok manusia, sama seperti bernafas. Makan dan bernafas tidak mungkin manusia (sengaja atau tidak) lupa, karena kebutuhan.

Sekarang saya harus membuang jauh-jauh pikiran itu dari kepala. Ternyata makan yang menurut saya kebutuhan dan tidak mungkin terlupa, bisa juga lupa. Makan sama seperti belajar, olahraga ataupun menggosok gigi, sama-sama bisa terlupa.
Saya mengalami gejala “lupa makan” baru-baru ini. Saya benar-benar lupa dan anehnya saya tidak merasa lapar. Mungkin ini terjadi karena aktivitas yang menumpuk menyebabkan saya terlalu asyik melakukannya dan efeknya saya lupa dengan yang lain, termasuk makan.

“Jangan lupa makan!” Ternyata penting. Walaupun sepele tapi efeknya sangat besar, terutama untuk orang yang aktivitasnya banyak dan rentan terkena gejala “lupa makan”. Kesimpulannya, ucapan kecil seperti, “Jangan lupa makan!” sama sekali bukan hal yang kurang kerjaan dan buang-buang waktu. Bahkan sangat membantu, terutama bagi yang pelupa atau yang super banyak aktivitasnya.

Sekali lagi, “Jangan lupa makan!” bukan kurang kerjaan, tetapi perhatian. Memang kurang kerjaan dan perhatian adalah dua hal yang sulit dibedakan. Saya semakin percaya, memang benar hal besar dimulai dari hal kecil dengan cinta yang besar. Jangan lupa mengucapkan, “Jangan lupa makan!” untuk orang-orang disekitarmu.

Jadi, kamu sudah makan?

Bingung — April 27, 2017
Tips Belanja Online — Januari 2, 2017

Tips Belanja Online

Belum lama ini, hampir semua media sosial ramai sama yang namanya diskon. Diskon ini bukan sembarang diskon, bukan tanpa alasan. Bukan tentang para anak muda yang lama melajang lalu mendiskon cintanya ke publik. Tapi diskon untuk barang-barang yang dijual di toko online. Diskon besar-besaran ini dalam rangka memperingati harbolnas. Hari bola nasional? Bukan, tapi hari belanja online nasional.
->

Tahun Baru — Desember 31, 2016
Ekspektasi — Desember 29, 2016
Selamat Hari Natal 2016 — Desember 25, 2016
Lahan Parkir Terbatas, Para Siswa Memilih Jalan Pintas — November 5, 2016

Lahan Parkir Terbatas, Para Siswa Memilih Jalan Pintas

Kemarin ada tugas suruh bikin berita sendiri, tentang apa yang bisa diberitakan dari lingkungan sekitar. Banyak banget ide yang datang buat ini. Sempat mau bikin berita tentang perpustakaan yang sepi, tapi akhirnya pilihan jatuh pada masalah parkir yang memang lagi panas-panasnya di lingkungan sekolah.

Bikin capek-capek daripada yang baca cuma gurunya doang, mending saya share di sini saja, sekalian buat bahan postingan, sudah lama nggak ada sama sekali.

Selamat membaca~

Baca lebih lanjut

Bunga — September 26, 2016

Bunga

untuk t

Jika hidup melahirkanku sebagai setangkai bunga, maka aku ingin menjadi setangkai bunga mawar yang merah.

Berdaun majemuk, berduri, dan tumbuh di atas tanah bumi yang sejuk.

Karena alasan sebagai keperluan untuk kepentingan memenuhi kebutuhan, kemudian bersama tangkai-tangkai yang lain, aku dipetik lalu diperdagangkan di sepanjang jalan.

Menunggu ada yang datang, diam terpaku terkena debu.

Hingga ada yang datang, seorang manusia yang laki-laki, menebusku dengan selembar uang.

Setelah itu dibawalah aku, tepat di depan pintu yang terketuk tiga kali dan terbuka.

Seorang perempuan sekarang, memasang muka masam, tapi semua kita tahu, sebenarnya perempuan itu senang bukan kepalang.

Lalu disodorkannya aku bersama maaf yang berkali-kali.

Tak lama setelah itu ada anggukan sekali, dan senyuman yang pelukan, pelukan yang menghangatkan, menghangatkan yang menyenyumkan.

Begitulah inginku, jika aku menjadi setangkai bunga.

Setangkai bunga mawar yang merah.

Setangkai bunga mawar yang dipersembahkan kepada perempuan yang marah.

Perkenalan — September 12, 2016

Perkenalan

Ada pepatah mainstream bilang begini: tak kenal maka tak sayang. Benar juga, bagaimana mau sayang kalau kenal saja tidak. Untuk itu, supaya saya dan kamu bisa saling sayang, tidak ada salahnya kita kenalan dulu.

Perkenalkan, nama saya, Imam Abil Fida. Dari lahir sampai menjelang lulus sekolah dasar, lebih sering dipanggil Abil. Kemudian semenjak masuk sekolah menengah pertama sampai sekarang, lebih banyak yang manggil Imam. Saya percaya, nama adalah doa, dan semua doa adalah baik. Jadi, mau bagaimana saya dipanggil, asal tidak melanggar undang-undang negara, semuanya sah dan boleh saja.

Saya lahir di Semarang bagian utara sebelah barat, 26 Mei 1999. Jangan lupa siapkan doa dan kado ditanggal itu. Sebentar, masih bingung dengan tempat lahir saya? Baik, akan saya jelaskan. Semarang, ibukota Jawa Tengah, itu luas sekali. Yang pertama ada Semarang kota, dan yang kedua Semarang kabupaten. Saya termasuk yang kota. Letaknya kira-kira di sepanjang pantai utara. Utaranya bagian barat, berbatasan langsung dengan kabupaten Kendal. Bagaimana, sudah mendingan? Intinya begitu.

Saya pertama menempuh pendidikan formal, sekitar tahun 2003 mungkin, di TK Ianatusshibyan. Kemudian berlanjut di MI Ianatusshibyan, SMP Negeri 28 Semarang, dan sekarang SMK Negeri 4 Semarang. Saat ini saya sudah kelas 12, sebentar lagi lulus.

Untuk hobi, saya suka membaca, menulis, dan musik. Tertarik juga dengan seni dan fotografi. Mau beli kamera, harganya berapa ya? Semoga tidak sampai harus jual ginjal.

Saya sudah memperkenalkan, sekarang giliran kamu.

Jadi, apalagi? Mungkin cukup di sini dulu postingan kali ini. Sampai jumpa lagi.

Cantik Itu.. — Mei 2, 2016
Kepada Para Jomblo —
%d blogger menyukai ini: