qarin and doppleganger

imam abil fida

Jangan Razia Buku — Agustus 20, 2019

Jangan Razia Buku

Media sosial dibuat heboh dengan beredarnya video yang menampilkan beberapa pria sedang memegang beberapa buku sambil memberikan pernyataan sikap supaya buku-buku tersebut dikembalikan ke penerbit.

Baca lebih lanjut

Iklan
Kontra Penggunaan Sedotan Stainless — Juni 16, 2019

Kontra Penggunaan Sedotan Stainless

Kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ternyata asyik juga, di sini saya belajar lumayan banyak hal, terutama tentang seluk-beluk bahasa dan sedikit sastra—saya kira komposisi dalam perkuliahan adalah bahasa 70% dan sisanya sastra, meskipun sastra bisa dibilang bagian dari bahasa itu sendiri dan mungkin sebaliknya. Seperti beberapa waktu yang lalu, mata kuliah Berbicara Kelompok memberi tugas untuk menyelenggarakan debat “kecil-kecilan” dengan tema bebas. Tentu saja ini sangat asyik bagi saya yang lumayan narsis jika harus berbicara di depan umum, apalagi saling beradu argumen itu kesukaan saya.

Baca lebih lanjut

Teronggok —

Teronggok

Beberapa waktu yang lalu sempat menulis untuk kebutuhan UTS mata kuliah Berbicara Individu, daripada hanya teronggok dan bisa kapan saja sengaja atau tidak sengaja terhapus, lebih baik saya unggah di sini, walaupun sama-sama hanya teronggok, tapi setidaknya jika sudah terunggah di sini, kemungkinan terhapus secara sengaja lumayan kecil, dan jika kemungkinan terhapus pun pasti karena tidak sengaja sebab platform WordPress yang saya pakai secara gratis ini gulung tikar atau hal lain.

Baca lebih lanjut

Cara Menjadi Indie — Juni 14, 2019

Cara Menjadi Indie

Dewasa ini, indie sudah menjadi wabah yang menjangkiti muda-mudi Indonesia. Indie yang semula anti-mainstream menjadi ada di mana-mana dan menimbulkan kesan yang mainstream. Lalu apa sebenarnya indie itu? Menurut KBBI V yang saya unduh melalui playstore, kata indie adalah serapan dari kata independen yang memiliki arti: 1. yang berdiri sendiri; yang berjiwa bebas, 2. tidak terikat; merdeka; bebas.

Baca lebih lanjut

Nyamuk — Maret 17, 2019
Sebuah Upaya Melestarikan Blog Pribadi — Februari 5, 2019

Sebuah Upaya Melestarikan Blog Pribadi

Sekitar empat tahun yang lalu, sebelum sendi-sendi kemalasan tumbuh subur bagai semak belukar di belakang rumah, bisa dibilang saya adalah seorang yang rajin menulis apa saja di blog ini. Ya, apa saja saya tulis, dan tidak muluk jika saya bilang sebagian besar yang saya tulis atau bahkan semuanya yang saya tulis adalah sampah belaka. Tetapi lebih sopan rasanya menulis sampah dibandingkan tidak menulis apa-apa sama sekali, seperti beberapa tahun belakangan yang saya lakukan, setelah sendi-sendi kemalasan itu tumbuh tentunya.

Baca lebih lanjut

Alasan Memilih LPM Vokal — Oktober 22, 2018

Alasan Memilih LPM Vokal

Jujur, saya bukanlah tipe orang yang pandai mengemukakan pendapat secara lisan. Mungkin jika dulu ada penganugerahaan semacam AMI Awards atau Panasonic Global Awards di sekolah dengan nominasi kategori ‘murid ter-jaim di kelas’, saya berani taruhan bakar ijazah SD jika saya kalah. Saya berani bertaruh bukan karena yakin menang sebenarnya, tapi lebih karena saya tidak SD—saya dulu sekolah di Madrasah Ibtidaiyah atau nama kerennya MI—jadi saya tidak punya ijazah yang dipertaruhkan atau dengan kalimat lain: tidak ada yang bisa dibakar jika saya kalah.

Tetapi pengandaian saya di atas bukan tanpa alasan juga. Bagian jaim memang benar adanya, saya tidak mengada-ada. Lagi pula apa untungnya mengada-ada mengaku sebagai seorang yang jaim? Lebih untung mengada-ada mengaku sebagai politikus saja, sepertinya hidupnya serba enak—apalagi omongannya.

Baca lebih lanjut

Tips Menyelamatkan Nasib Buku yang Dipinjam Teman — Juli 11, 2017

Tips Menyelamatkan Nasib Buku yang Dipinjam Teman

Buku adalah jendela dunia. Lewat buku, kita tidak perlu ke mana-mana untuk tahu apa-apa. Cukup duduk, fokus, dan baca, dunia ada di depan mata. Buku memang benda ajaib, sama seperti teman. Jika buku ajaib bisa memasukkan dunia ke dalamnya, teman ajaib bisa memasukkan buku saya/kamu yang dipinjam ke dalam daftar benda-benda yang harus direlakan.
Baca lebih lanjut

Sudah Makan? — Juli 7, 2017

Sudah Makan?

Saya percaya hal besar dimulai dari hal kecil. Hal besar tidak akan menjadi besar jika tidak dimulai dari hal kecil. Untuk benar-benar menjadi hal besar, hal kecil saja belum cukup, harus ada cinta yang besar agar hal kecil mampu menjadi hal besar. Atau dalam kalimat lain, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Dahulu saya pernah berpikiran bahwa orang-orang yang mengucapkan, “Jangan lupa makan!” itu kurang kerjaan. Buang-buang waktu saja. Memangnya tanpa diingatkan, ada yang sampai lupa makan? Menurut saya, makan adalah sebuah kebutuhan pokok manusia, sama seperti bernafas. Makan dan bernafas tidak mungkin manusia (sengaja atau tidak) lupa, karena kebutuhan.

Sekarang saya harus membuang jauh-jauh pikiran itu dari kepala. Ternyata makan yang menurut saya kebutuhan dan tidak mungkin terlupa, bisa juga lupa. Makan sama seperti belajar, olahraga ataupun menggosok gigi, sama-sama bisa terlupa.
Saya mengalami gejala “lupa makan” baru-baru ini. Saya benar-benar lupa dan anehnya saya tidak merasa lapar. Mungkin ini terjadi karena aktivitas yang menumpuk menyebabkan saya terlalu asyik melakukannya dan efeknya saya lupa dengan yang lain, termasuk makan.

“Jangan lupa makan!” Ternyata penting. Walaupun sepele tapi efeknya sangat besar, terutama untuk orang yang aktivitasnya banyak dan rentan terkena gejala “lupa makan”. Kesimpulannya, ucapan kecil seperti, “Jangan lupa makan!” sama sekali bukan hal yang kurang kerjaan dan buang-buang waktu. Bahkan sangat membantu, terutama bagi yang pelupa atau yang super banyak aktivitasnya.

Sekali lagi, “Jangan lupa makan!” bukan kurang kerjaan, tetapi perhatian. Memang kurang kerjaan dan perhatian adalah dua hal yang sulit dibedakan. Saya semakin percaya, memang benar hal besar dimulai dari hal kecil dengan cinta yang besar. Jangan lupa mengucapkan, “Jangan lupa makan!” untuk orang-orang disekitarmu.

Jadi, kamu sudah makan?

Bingung — April 27, 2017
Tips Belanja Online — Januari 2, 2017

Tips Belanja Online

Belum lama ini, hampir semua media sosial ramai sama yang namanya diskon. Diskon ini bukan sembarang diskon, bukan tanpa alasan. Bukan tentang para anak muda yang lama melajang lalu mendiskon cintanya ke publik. Tapi diskon untuk barang-barang yang dijual di toko online. Diskon besar-besaran ini dalam rangka memperingati harbolnas. Hari bola nasional? Bukan, tapi hari belanja online nasional.
->

Tahun Baru — Desember 31, 2016
%d blogger menyukai ini: